Nama Kelompok:
Charles Babbage
- Ari Tri Sanjaya
- Ayu Aisah Amini
- Dyta Dian Nirmala
- Luzca Atnur C.F
- Moch Dimas F.
- Oktavia Anita W.
- Ramadhan Fazeri
Charles Babbage
Charles Babbage (lahir 26
Desember 1791 – meninggal 18 Oktober 1871 pada umur 79 tahun) adalah seorang matematikawan dari Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram. Sebagian dari mesin yang
dikembangkannya, namun tidak selesai. Sekarang dapat dilihat di Museum Sains
London. Pada tahun 1991, dengan menggunakan rencana asli dari Babbage, sebuah
mesin diferensial dikembangkan dan mesin ini dapat berfungsi secara sempurna,
yang membuktikan bahwa gagasan Babbage tentang mesin ini memang dapat
diimplementasikan.
Charles Babbage lahir
di Inggris, kemungkinan besar di jalan Crosby Row no 44, Walworth Road,London. Ada beberapa pendapat tentang
tanggal kelahiran Babbage. Obituari yang dimuat dalam harian The Times menyebutkan
kelahirannya pada tanggal 26
Desember 1792. Namun beberapa hari kemudian seorang keponakan Babbage
menulis bahwa Babbage sebenarnya dilahirkan setahun sebelumnya, pada 1791.
Pada masa itu, perhitungan dengan menggunakan
tabel matematika sering mengalami kesalahan. Babbage ingin mengembangkan cara
melakukan perhitungan secara mekanik, sehingga dapat mengurangi kesalahan
perhitungan yang sering dilakukan oleh manusia. Saat itu, Babbage mendapat
inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhelm Schickard, Blaise
Pascal, dan Gottfried
Leibniz. Gagasan awal tentang mesin Babbage ditulis
dalam bentuk surat yang ditulisnya kepada Masyarakat
Astronomi Kerajaan berjudul "Note
on the application of machinery to the computation of astronomical and
mathematical tables" ("catatan mengenai penerapan mesin bagi
penghitungan tabel astronomis dan matematis") tertanggal 14 Juni 1822.
Alexander Graham Bell,
Penemu Telepon
Saat ini komunikasi antar
manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang sangat membantu
dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa dibalik
penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali menemukan
alat komunikasi ini.
Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.
Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.
Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.
Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.
Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.
Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.
Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.
Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.
Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.
Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.
Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya
dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you”
pada tanggal 10 Maret 1876.
Samuel Finley Breese Morse
Telegraf pertama kali
ditemukan oleh Samuel Finley Breese Morse atau mungkin biasa disebut Samuel
Morse, seorang peneliti Amerika pada tahun 1837 dan di Inggris pada tahun yang
sama oleh seorang fisikawan Sir William F. Cooke. Telegraf kemudian menjadi
alat komunikasi yang penting pada pertengahan tahun 1800an sampai dengan
pertengahan tahun 1900-an.
Morse menggunakan kode-kode
sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan
pulsa listrik melalui kabel tunggal.
Pada saat melakukan percobaan
menggunakan peralatan yang dimilikinya, Morse menemukan bahwa sinyal-sinyal
hanya dapat dikirimkan dengan baik dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih
dari 32 km, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam.
Kemudian Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari
stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima
dan mengirimkannya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara
elektromagnetik.
Morse hidup sampai usia
lanjut. Ia sempat menyaksikan saluran telegraf dipasang di seluruh bagian dunia
termasuk kabel-kabel bawah laut. Pada ulang tahunnya yang ke delapan puluh.
Sebuah patung dirinya diresmikan di Central Park, New York sebagai penghargaan
atas jasa-jasanya. Setahun setelah itu ia meninggal.
Edward
Howard Armstrong
Edward
Howard Armstrong (lahir 18
Desember 1890 – meninggal 31
Januari 1954 pada umur 63 tahun)
adalah penemu gelombang radio dan seorang insinyur listrik Amerika. Armstrong
adalah penemu modulasi frekuensi
modulasi frekuensi
modern (FM) radio.
Armstrong lahir di New
York City, New
York, AS. Ia belajar di Columbia University dan kemudian menjadi
profesor di sana. Ia menemukan rangkaian regeneratif saat dia sarjana dan
dipatenkan pada tahun 1914, sirkuit super-regeneratif (1922), dan penerima
superheterodyne (1918).
Kepintaran dan keuletannya
sudah tampak sejak kecil. Bahkan, ketika usianya baru menginjak 14 tahun, ia
telah bercita-cita ingin menjadi seorang penemu. Ketika menginjak remaja, dia
mulai mencoba menjadi tukang servis alat-alat rumah tangga tanpa kabel
(nirkabel), dan ketika duduk di bangku SMA, dia telah mulai mengadakan uji coba
dengan membuat tiang antena di depan rumahnya untuk mempelajari teknologi
nirkabel yang kala itu sering mengalami gangguan. Dia dengan cepat dapat
memahami permasalahan pada alat komunikasi tersebut. Ia juga dapat menemukan
kelemahan sinyal pada penerima akhir transmisi komunikasi. Padahal, tidak ada
cara lain untuk memperkuat tenaga pada pengiriman akhir. [1]
Untuk mengembangkan
pengetahuannya pada masalah gelombang komunikasi, setelah tamat SMA, Amstrong
masuk ke Universitas Columbia jurusan teknik. Di universitas itulah ia
melanjutkan penelitiannya di bidang nirkabel. Pada tahun ketiga di Universitas
Columbia, Armstrong memperkenalkan temuannya, berupa penguat gelombang radio
pertama (radio amplifier). Radio sendiri sebenarnya sudah ditemukan terlebih
dahulu oleh Lee
De Forest yang
menggunakan Tabung Audion yang diberi nama tabung Lee De Forest. Namun, gelombang yang dipancarkannya
masih terlalu lemah.
Armstrong mempelajari cara
kerja tabung Lee
De Forest dan
kemudian mendesain ulang dengan mengambil gelombang elektromagnetik yang datang
dari sebuah transmisi radio dan dengan cepat memberi sinyal balik melalui
tabung. Hanya sesaat, kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali per
detik. Fenomena ini oleh Armstrong disebut dengan regenerasi radio, yang merupakan penemuan penting dan
perlu saat radio pertama kali ada. Dengan pengembangan ini, para teknisi radio
tidak memerlukan 20 ton generator lagi agar stasiun radio mereka mengudara.
Desain sirkuit tunggal temuan Armstrong menjadi kunci kelangsungan gelombang
transmiter yang menjadi inti operasional radio. Dan dia lulus sarjana teknik
tahun 1913. Atas temuannya tersebut, Armstrong mematenkan ciptaannya dan
memberi lisensinya pada Marconi
Corporation tahun
1914.
Enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten
Armstrong atas penerima superheterodyne, dan memulai kiprahnya menjadi stasiun
radio pertama bernama KDKA di Pittsburgh. Mulailah radio menjadi sangat populer
pada saat itu, mulai dari hiburan sampai berita penting, tidak ada yang tidak
memakai jasa radio. Setelah itu, bermunculan terus gelombang radio lainnya. RCA
(The Radio Corporation of America) segera membeli seluruh hak paten radio begitu juga
radio lain ikut membelinya.
Setelah Perang Dunia I usai,
Armstrong kembali ke Universitas Columbia dan bekerja sebagai profesor di
universitas tersebut. Tahun 1923 dia menikah dengan Marion MacInnes, sekretaris dari Presiden RCA, David Sarnoff.
Pada dekade tersebut dia terlibat dalam perang perusahaan dalam mengendalikan
hak paten radio. Hal ini berlanjut sampai awal tahun 1930, dan Armstrong kalah
di pengadilan. Meski demikian, dia terus melanjutkan penelitian untuk
memecahkan masalah statistik radio. Ia berkesimpulan, hanya ada satu solusi
agar karyanya yang telah dicuri orang bisa dihargai, yaitu merancang sistem
yang sama sekali baru. Penelitian demi penelitian pun terus dia lakukan untuk
lebih menyempurnakan suara radio tersebut. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan
sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun
ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada.
Sistem tersebut juga menyediakan sebuah gelombang tunggal membawa dua program
radio dengan sekali angkut. Pengembangan ini disebut dengan multiplexing.
Perbedaan antara gelombang
AM dan FM adalah Sinyal suara tidak dapat langsung dipancarkan karena sinyal
suara bukan gelombang elektromagnetik. Jika sinyal suara tersebut diubah
menjadi gelombang elektromagnetik sekalipun, berapa panjang antena yang
dibutuhkan. Untuk dapat mengirimkan sinyal suara dengan lebih mudah, sinyal
suara tersebut terlebih dahulu ditumpangkan pada sinyal radio dengan frekuensi
yang lebih tinggi dari sinyal suara tersebut. Metode untuk menumpangkan sinyal
suara pada sinyal radio disebut modulasi. Modulasi yang sering dipakai radio
adalah modulasi amplitudo (AM – amplitude modulation) dan modulasi frekuensi
(FM – frequency modulation) Perbedaan utama antara gelombang AM dengan FM
adalah cara memodulasi suaranya. Gelombang FM mempunyai range tambahan sebesar
plus 455 KHz.
Untuk memperkenalkan
temuannya pada dunia, pada tahun 1940 Armstrong mendapat izin untuk mendirikan
stasiun radio FM pertama yang didirikan di Alpine, New
Jersey. Berkat temuannya tersebut
, pada 1941, Institut Franklin memberi penghargaan kepada Armstrong berupa
medali Franklin, yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi komunitas
ilmuwan. Kekalahannya dalam sengketa selama bertahun-tahun dengan perusahaan
yang telah memanfaatkan hak ciptanya, tak berpengaruh terhadap pemberian medali
Franklin tersebut.
Armstrong harus mengakhiri
hidupnya dengan cara tragis. Sang penemu gelombang radio FM tersebut
diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya, Marion MacInnes, yang
menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan suaminya
bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara
yang dihasilkannya di awal ’60-an, saluran FM mendominasi sistem radio, dan
bahkan digunakan untuk komunikasi antara bumi dan luar angkasa oleh Badan
Antariksa Nasional Amerika, NASA.







No comments:
Post a Comment